Hati-hati! Inilah Makanan Pantangan Saat Hamil Muda

Makanan yang dikonsumsi mommy hamil muda sebaiknya makanan sehat seperti buah-buahan segar dan sayuran hijau. Namun, ada beberapa jenis buah yang tidak boleh dikonsumsi oleh mommy yang sedang dalam kondisi hamil muda.

Yang pertama adalah buah nanas, ternyata buah ini mengandung bromelain yang berpengaruh untuk melunakkan leher rahim dan akan berakibat fatal persalinan dini atau keguguran. Meskipun belum mommy penelitian yang lebih lanjut tentang kandungan nanas yang dapat memicu persalinan dini, namun ada baiknya bagi mommy untuk menghindari konsumsi buah nanas selama masa kehamilan.

Selain itu, masih ada beberapa pantangan berupa konsumsi makanan yang diwaspadai selama hamil, yang perlu mommy ketahui demi menjaga kesehatan janin.

Berbahaya Bagi Kehamilan

Terdapat jenis makanan lain yang juga ternyata diduga berbahaya untuk kehamilan mommy, yaitu buah pepaya yang setengah matang atau mentah karena tingginya kandungan lateks yang akan memiliki efek samping rahim berkontraksi terutama pada masa awal kehamilan. Jadi, mommy sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi buah papaya mentah atau papaya muda karena efek buruknya bagi kandungan mommy.

Makanan berbahaya lainnya juga tidak jauh dari pepaya, yaitu daun pepaya yang faktanya dapat mejadi pemicu kerapuhan pada ari-ari janin yang mommy kandung. Hindari jenis makanan ini untuk usia kehamilan dua minggu karena dapat berbahaya bagi calon buah hati mommy, tetapi mommy masih boleh mengkonsumsi buah pepaya yang sudah benar-benar matang.

Untuk masa dua minggu kehamilan pertama, ternyata konsumsi buah anggur yang menyehatkan bagi manusia tidak diperbolehkan bagi mommy yang sedang hamil. Sebaiknya mommy menghindari konsumsi buah ini karena akan menyebabkan kondisi kandungan mommy panas.

Kemudian, untuk kehamilan pada trimester pertama, sebaiknya mommy menghindari konsumsi air kelapa segar karena akan melemahkan kandungan. Namun, jika kandungan mommy sudah mencapai 8 bulan keatas konsumsi air kelapa akan membawa efek positif untuk kebersihan kulit bayi, dan memperlancar proses kelahiran.

Berefek Negatif

Ada jenis makanan lain yang ternyata akan membawa pengaruh buruk bagi kehamilan, sebaiknya mommy tidak mengonsumsi durian karena buah ini mengandung zat yang memberikan efek negatif bagi kehamilan. Zat ini adalah asam arachidonat dan juga alkohol yang akan sangat memberikan pengaruh buruk bagi janin. Kandungan arachidonatnya ternyata akan berakibat fatal bagi janin terutama memicu keguguran, dan alkoholnya akan mengakibatkan berat badan bayi menjadi rendah, makanan ibu hamil.

Sebaiknya, mommy selalu menjaga kehamilan dengan mengkonsumsi buah-buahan sehat lainnya seperti jeruk manis, stroberi, pisang dan juga alpukat yang akan memberikan suplai vitamin dan protein cukup bagi mommy juga bayinya. Sebaiknya hindari makanan yang terlalu pedas dan asam, karena akan berakibat buruk bagi janin.

Sumber : Prenagen

Usia Kehamilan Ideal untuk Melahirkan

Kehamilan merupakan proses alami seorang wanita menjadi wanita seutuhnya yaitu menjadi seorang ibu. Bisa dikatakan, kehamilan akan memberikan Ibu pengalaman yang luar biasa dan sangat berharga. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai persiapan yang baik, termasuk persiapan mental menjelang persalinan agar dapat memperlancar proses tersebut

Salah satu hal yang perlu Ibu ketahui adalah usia kehamilan yang paling tepat untuk melahirkan sang bayi. Menghitung usia kehamilan harus setepat mungkin. Sejatinya, waktu melahirkan yang tepat berlangsung secara alami. Begitu bayi yang Ibu kandung siap untuk dilahirkan, maka sebaiknya Ibu dapat mengenali tanda yang muncul.

Usia Kehamilan

Pada umumnya, masyarakat awam hanya tahu bahwa untuk menentukan usia kehamilan ideal untuk melahirkan yaitu 9 bulan 10 hari atau 37 minggu. Akan tetapi, berdasarkan penelitian dari Organisasi Kesehatan untuk Ibu dan Bayi di Amerika Serikat, March of Dimes, usia kehamilan paling ideal untuk Ibu bisa melahirkan bayi adalah 40 minggu. Apakah tidak terlalu lama? Sedangkan, ada banyak bahaya yang bisa mengancam kesehatan bayi bila berada di dalam kandungan terlalu lama.

Penelitian dari badan kesehatan tersebut menemukan bahwa otak dan organ bayi masih bisa berkembang setelah usia kehamilan memasuki minggu ke 39. Bahkan, mereka juga menemukan bahwa bayi yang lahir pada minggu setelah minggu ke 39 akan memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap masalah pernafasan dan pencernaan, serta masalah pada pengaturan suhu tubuh secara alami, yang banyak dialami oleh bayi yang lahir pada minggu ke 37. Oleh karena itu, sekarang ini sudah ada larangan untuk menggunakan C-Section pada minggu ke 37.

Menghitung dengan tepat

Untuk mengetahui bahwa usia kehamilan Ibu mencapai usia kehamilan yang ideal untuk melahirkan, Ibu bisa menghitung kehamilan diri sendiri. Ada dua macam cara yang bisa Ibu gunakan untuk menghitung usia kehamilan.

Pertama adalah menghitung dengan metode haid terakhir, Ibu menggunakan rumus Naegele, yaitu (tanggal + 7 hari), (bulan +9 ), (tahun + 0), untuk haid terakhir pada bulan Januari – Maret dan (Tanggal+7 hari), (bulan-3), (tahun+1) untuk haid terakhir pada bulan April – Desember.

Metode yang kedua adalah pergerakan janin. Pergerakan janin pada kehamilan pertama terjadi pada minggu ke 18-20, dan untuk kehamilan kedua dan selanjutnya, pergerakan terjadi pada minggu ke 16-18. Tapi, bila Ibu ingin mengetahui usia kehamilan yang akurat dan tepat, sebaiknya Ibu memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Selain mengetahui usia kehamilan dan juga perkiraan hari kelahiran, Ibu juga bisa mendapatkan pertolongan bila dokter menemukan masalah kesehatan yang dapat mengancam kesehatan Ibu dan bayi. Jadi, proses melahirkan akan berjalan dengan lancar dan sehat.

Sumber : Prenagen

Wow Inilah Bahaya Penyakit Eklampsia yang Menyerang Tubuh Ibu Hamil

Pernah dengar tentang eklampsia? Eklampsia merupakan sebuah kondisi serius yang sering menimpa ibu hamil pada masa kehamilan akhir. Gejalanya sendiri ditandai dengan kejang, yang bahkan jika terus dibiarkan bisa berujung pada koma. Eklampsia bisa muncul karena kondisi hipertensi dan preeklampsia akut sehingga mengakibatkan tubuh lebih mudah kejang selama masa periode kehamilan. Kejang yang dialami ini terbagi menjadi dua fase, yakni:
Fase pertama. Fase ini ditandai dengan bagian wajah mengalami kedutan selama kurang lebih 15 hingga 20 detik setiap hari.
Fase kedua. Fase kedua terjadi dengan waktu yang lebih lama yakni sekitar 60 detik dan biasanya kejang yang dialami timbul pada bagian otot mata, otot rahang, dan terakhir menyerang ke seluruh tubuh.
Umumnya, eklampsia ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
Sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah.
Hamil di saat usia sudah memasuki angka 40 tahun.
Mempunyai riwayat penyakit eklampsia dan preeklampsia dari kehamilan sebelumnya.
Tubuh mengalami obesitas.
Mengidap Anemia Sel Sabit, yakni sebuah kondisi yang muncul karena adanya ketidaknormalan bentuk sel darah merah yang seharusnya berbentuk bulat dan sangat fleksibel berubah menjadi bentuk sabit dan cukup keras.
Mengalami hipertensi di awal masa kehamilan.
Eklampsia memang sangat jarang ditemui selama periode kehamilan, namun jika tubuh sudah terserang penyakit ini maka bisa membahayakan keberadaan janin di dalam rahim. Bahkan, bisa pula menyebabkan komplikasi yang cukup serius, termasuk di dalamnya kematian janin. Nah, untuk mengatasi serangan eklampsia ini, kamu bisa mencegahnya dengan beberapa cara, yakni:
Meminum aspirin dengan dosis rendah.
Konsumsi suplemen yang kaya akan kandungan vitamin dan arginin.
Hindari melakukan kegiatan yang bisa memicu timbulnya penyakit eklampsia.
Selalu menjaga tekanan darah di tubuh.
Selain beberapa poin di atas, untuk menghindari tubuh diserang gejala kejang ini, kamu juga bisa mengatasinya dengan rutin mengonsumsi makanan sehat yang mengandung nutrisi tinggi, mencukupi waktu istirahat, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya gejala ini, dan sebagainya. Atau bisa pula dengan cara meminum susu hamil baik bubuk maupun UHT. Selamat mencoba Bu! ?

Sumber : Prenagen