Inilah 2 Kunci Rahasia Agar Mendapatkan Bayi Laki Laki

Apakah mommy dan pasangan sedang merencanakan kehamilan dan menginginkan anak laki-laki? Mungkin mommy senang anak laki-laki karena mommy bisa mendidiknya menjadi jagoan kecil mommy atau saat besar nanti bisa melindungi mommy dan menjadi anak yang tangguh dan perkasa. Mungkin banyak alasan lainnya lagi dimana mommy ingin mendapatkan keturunan anak laki-laki.

Bisa jadi mommy pernah mencoba namun gagal, ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk memperbesar peluang melahirkan jagoan cilik mommy. Pertama adalah memerhatikan asupan makanan yang tepat, kemudian mempertimbangkan posisi yang tepat saat berhubungan intim dengan pasangan.

Natrium dan Potasium

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat membantu meningkatkan peluang mommy untuk mendapatkan anak laki-laki dengan meningkatkan kromosom Y. Misalnya makanan yang mengandung natrium dan potasium yang tinggi, seperti pisang, kedelai, dan tomat yang sekaligus dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pada masa persiapan kehamilan.

Mommy juga sebaiknya mengurangi konsumsi makanan yang mengandung magnesium dan kalsium tinggi yang dapat meningkatkan kromosom X yaitu kromosom yang membentuk anak perempuan. Kemudian, selama kehamilan mommy sebaiknya terus meningkatkan gizi untuk menguatkan janin mommy selama di kandungan.

Masa Subur

Posisi berhubungan intim juga sangat penting untuk mommy perhatikan, dimana posisi dan saat yang tepat dapat menentukan pembentukan kromosom yang membentuk anak dengan jenis kelamin laki-laki. Yang harus mommy perhatikan adalah bercintalah pada masa subur, karena sperma XY akan cenderung lebih cepat untuk menuju sel telur.

Kemudian saat berhubungan, sebaiknya mommy sebagai perempuan mencapai masa orgasme, sehingga kromosom Y dapat lebih lama bertahan di dalam vagina. Lalu ubah pula tingkat keasaman dalam vagina dimana hal ini bersangkutan dengan asupan makanan yang mommy konsumsi.

Selanjutnya, usahakan untuk suami mommy melakukan penetrasi yang dalam saat bercinta karena dengan dalamnya penetrasi yang dilakukan dapat memudahkan sperma masuk ke dalam indung telur.

Saran lainnya yang dapat mommy lakukan adalah usahakan saat posisi bercinta suami mommy berada pada posisi di atas sehingga memudahkan sperma dapat lebih mudah dan cepat menuju ke indung telur. Dan usahakan untuk mommy melakukan sesi bercinta di malam hari dan mommy mendapatkan orgasme terlebih dahulu sebelum suami mommy yang mencapainya.

Semoga cara-cara tersebut dapat bermanfaat bagi mommy dan meningkatkan peluang kehamilan yang mommy dambakan..

Sumber : Prenagen

Beginilah Cara Sederhana Mengobati Bayi Cegukan

Bagi orang tua yang baru pertama kali mempunyai bayi, cegukan untuk pertama kalinya memang membuat panik. Sebenarnya menghadapi bayi cegukan tidak perlu berlebihan, karena biasanya bisa segera hilang dengan sendirinya. Meski demikian, terdapat beberapa tanda dari cegukan bayi yang memerlukan perhatian lebih. Cegukan sebetulnya merupakan reaksi diafragma, yakni otot yang memisahkan rongga perut dan dada, tepatnya di bawah tulang rusuk yang berguna dalam membantu mengendalikan pernapasan. Reaksi demikian, menyebabkan diafragma mengencang secara tiba-tiba, dan tanpa diketahui bisa menutup pita suara di kerongkongan, sehingga menghasilkan bunyi cegukan di bagian atas tenggorokan.

Alasan Terjadinya Bayi Cegukan

Secara medis, cegukan biasa disebut dengan singultus. Adapun pemicu bayi cegukan yaitu, mengonsumsi terlalu banyak makanan, masuknya udara ketika sedang mengunyah, atau saat bayi merasa tegang. Umumnya, cegukan tersebut terjadi ketika bayi mengisap udara berlebihan ketika sedang menyusu. Menjadikan bayi sendawa setelah menyusu, adalah salah satu cara guna mengeluarkan udara dari perut agar bayi terhindar dari rasa tak nyaman dan risiko cegukan lainnya.

Walaupun bagi sebagian orang tua merasa jika cegukan bayi cukup mengganggu. Tetapi sebenarnya tidak demikian bagi bayi, selama cegukan tidak memengaruhi aktivitas bayi sehari-hari. Bayi mempunyai kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Itulah sebabnya sebagian bayi mempunyai kemungkinan lebih rentan mengalami cegukan dibandingkan dengan bayi lain.

Atasi Bayi yang Sering Cegukan

Cegukan tak hanya dialami pada orang dewasa saja, melainkan juga pada bayi. Cegukan yang terjadi pada bayi sering kali menjadikan orang tua cemas, padahal cegukan terhadap bayi bukanlah kondisi yang harus Ibu cemaskan. Cegukan yang terjadi terhadap bayi, disebabkan oleh masalah ketika bayi mengalami perubahan emosi. Bayi yang mengalami cegukan, umumnya akan hilang dengan sendirinya dan tidak akan membahayakan kesehatan bayi. Meskipun demikian, beberapa penyebab bayi cegukan bisa Ibu kenali dari usia bayi yang berusia 3 bulan. Kondisi bayi yang mengalami cegukan bisa terjadi dikarenakan belum matangnya fungsi saraf, yang berfungsi untuk mengatur diafragma bayi.

Cara Cerdas Mengatasinya

Ibu tidak perlu khawatir jika cegukan terjadi pada bayi Ibu. Hal itu disebabkan, cegukan yang terjadi pada bayi akan menghilang karena bayi sudah mempunyai keseimbangan pada sistem tubuhnya seiring pertumbuhan usia bayi Ibu. Jika demikian, bayi Ibu tidak akan sering merasakan cegukan. Cegukan memang tidak menjadi pertanda yang membahayakan, akan tetapi jika dibiarkan akan mengganggu kenyamanan bayi Ibu. Berikut beberapa cara untuk mengatasinya.

Ubahlah Posisi ketika Menyusui
Saat Ibu mendapatkan ASI, maka sering kali bayi menelan udara berlebih yang memicu terjadinya cegukan. Namun, jika bayi Ibu mengalami hal demikian, Ibu dapat mengatasinya dengan mengubah posisi menyusui bayi Ibu. Hal itu dapat membatasi jumlah udara yang masuk ke dalam mulutnya. Jika cegukan yang dialami oleh bayi frekuensinya lebih sering, lebih baik jika Ibu menghentikan sementara air susu. Sebab jika tidak, dikhawatirkan akan membuat bayi tersendak.
Usahakan Bayi bersendawa setelah mendapatkan ASI
Membuat bayi Ibu bersendawa setelah memperoleh ASI, menjadi salah satu cara untuk mengurangi bayi Ibu mengalami cegukan. Jika bayi bersendawa, maka ia dapat mengeluarkan udara yang berlebihan di dalam perutnya. Di samping itu, dengan bersendawa bisa melepaskan kejang otot bayi, sehingga akan menghentikan cegukan yang dialami bayi Ibu. Cara yang bisa Ibu lakukan agar bayi bisa bersendawa yaitu, dengan membuat bayi berdiri. Setelah itu, posisikan badan bayi Ibu berada di bagian pundak, sehingga badan bayi Ibu sejajar dengan pundak Ibu.
Membuat Jadwal Makan yang Teratur
Membiasakan memberikan makanan dengan teratur pada bayi, dapat membuatnya mengurangi kebiasaan cegukan. Pemberian makanan secara teratur, sangat berguna ketika bayi Ibu berusia 6 bulan ke atas. Jadi, Ibu bisa memberikan jadwal dalam pemberian makanan pendamping ASI untuk bisa menyesuaikan kondisi bayi Ibu. Pemberian makanan yang baik yaitu, sebelum lapar dan menghentikan makanan sesudah kenyang. Ibu harus ingat, jika yang dialami oleh anak Ibu dapat menjadi masalah lambung jika cegukan yang dialami oleh anak yang disertai dengan muntah.
Pijat Perlahan Bagian Belakang
Ibu bisa menangkan bayi cegukan, dengan memijat bagian belakang tubuh secara perlahan-lahan. Maksudnya, dengan menggosok punggung bayi Ibu dengan tenang, sehingga cegukan yang dirasakan bayi Ibu dapat berkurang. Ibu tidak perlu khawatir karena cegukan sementara waktu tidak membuatnya berbahaya.
Jadi jika bayi cegukan, Ibu dapat menerapkan beberapa cara di atas. Perlu Ibu ingat, bahwa cegukan belum tentu membahayakan. Segera periksa ke dokter jika tidak terjadi hal yang tidak sewajarnya pada bayi ketika mengalami cegukan. Penuhi pula bayi Ibu dengan nutrisi yang cukup demi mendukung tumbuh kembang bayi. Jangan meremehkan berbagai hal yang bayi Ibu alami, sebab justru dari hal tersebut bayi dapat mengalami risiko berbahaya.

Sumber : Prenagen

Penyebab Dan Cara Mengatasi Bayi Sering Kentut

Bayi sering kentut, umumnya dialami oleh bayi yang baru lahir atau saat usia kurang dari satu tahun. Bahkan, hampir setiap bayi pasti pernah mengalaminya. Pasalnya, kentut bayi memang terkesan ringan dan lembut. Umumnya, hal tersebut sangat umum terjadi pada bayi. Akan tetapi, jika bayi sering kentut tentunya akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi, apalagi kedua orang tua pasti akan merasa khawatir. Sistem pencernaan yang belum seluruhnya berkembang ketika bayi baru lahir, merupakan penyebab utama bayi menjadi sering kentut. Hal ini sebetulnya bukanlah suatu pertanda adanya gangguan kesehatan yang bersifat sangat fatal, hanya saja perasaan yang tidak nyaman dirasakan bayi sering kali menjadikan orang tua khawatir. Hal itu membuat orang tua segera mencari solusinya. Oleh sebab itu, ada baiknya bila orang tua mengenali apa saja yang bisa menjadi penyebabnya. Dengan begitu, Ibu akan menjadi lebih mudah mengatasi masalah ini.

Penyebab Bayi Sering Kentut

Kenalilah gejala bayi sering kentut dengan usia kurang dari satu tahun, terutama saat 6 bulan pertama. Saat-saat itu, kehidupan bayi sangat rentan pada masalah gas pencernaan. Beberapa gejala yang terjadi seperti, perut kembung, perut buncit dan sering kentut. Gejala – gejala tersebut bisa membuat bayi menjadi tidak nyaman sehingga bayi menjadi lebih banyak menangis, gelisah dan mengalami gangguan tidur. Adapun beberapa penyebabnya yang harus Ibu ketahui sejak dini, antara lain:

Ketika sedang menyusui
Gelembung udara dan gas bisa ikut masuk tertelan ke dalam saluran pencernaan bayi. Biasanya, hal ini terjadi ketika bayi sedang menghisap air susu yang terlalu cepat, terutama jika bayi menghisap air susu melalui botol.
Saluran cerna belum sempurna
Gas dan juga gelembung udara juga bisa dihasilkan oleh tubuh melalui fermentasi laktosa, yaitu (karbohidrat susu) oleh mikroorganisme di dalam usus besar. Hal ini dapat terjadi karena, laktosa tidak diserap sempurna di usus halus, sehingga akan menyebabkannya terbawa hingga ke usus besar serta megalami fermentasi yang menghasilkan gas.
Pola makan Ibu
Ibu yang terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gas seperti kol, jenis kacang – kacangan dan juga makanan olahan dari susu. Hal ini akan memberikan gas yang lebih banyak pada ASI dan pastinya akan berdampak pada bayi.

Cara Mengatasi Bayi Sering Kentut

Bayi kentut, memang bukanlah sebuah tanda yang bahaya bagi kesehatan bayi. Akan tetapi, penanganan dan pencegahan bukan berarti tidak diperlukan untuk mengatasi hal ini. Perlu dilakukan, agar Ibu bisa lebih merasa nyaman, baik saat beristirahat maupun ketika bermain. Berikut beberapa cara tepat dan aman yang bisa Ibu lakukan, antara lain:

Stimulasi Sendawa
Langkah awal yang perlu Ibu lakukan untuk mengatasinya yaitu, dengan membatasi jumlah udara yang masuk ke dalam lambung melalui stimulasi sendawa. Stimulasi sendawa dapat Ibu lakukan dengan cara menggendong bayi dengan posisi berdiri, menyandarkan kepalanya di bahu Ibu, ataupun menepuk punggungnya dengan pelan. Lakukan stimulasi ini setiap Ibu sedang menyusui hingga bayi mulai mengeluarkan sendawanya. Harus Ibu ketahui, bahwa teknik stimulasi sendawa ini juga bisa membantu mengatasi masalah bayi sering gumoh.
Perhatikan Ukuran Dot
Apabila bayi Ibu masih menyusui melalui dot, agar bayi tidak sering kentut, Ibu harus memperhatikan dengan baik ukuran dot yang akan digunakan. Hal ini disebabkan, dot yang terlalu besar atau terlalu kecil, bayi akan menghisap udara terlalu banyak ketika ia sedang menyusu. Selain itu, sesuaikan pula ukuran dotnya dengan usia bayi Ibu.
Gunakan Telon
Mengatasi bayi sering kentut juga bisa Ibu lakukan dengan membalurkan minyak telon di area sekitar perutnya. Hal ini bertujuan, untuk menstimulasi keluarnya gas di dalam usus si bayi. Gas yang sangat banyak di dalam perut akan membuat si bayi merasa tidak nyaman, bahkan sering rewel. Ibu bisa mengatasi hal demikian, dengan pembaluran minyak telon. Sangat dianjurkan, untuk mengombinasikan minyak telon tersebut dengan teknik pijatan sederhana.
Perhatikan MPASI bagi Bayi
Salah satu alasan mengapa bayi terlalu sering kentut yaitu, karena pengaruh konsumsi makanan pengganti ASI. Oleh sebab itu, selektiflah dalam memilih makanan pelengkap baginya, terutama apabila ada keluarga Ibu yang memang mempunyai riwayat intoleransi terhadap jenis makanan tertentu.
Botol Susu Bayi
Gunakan pula botol susu bayi yang sedikit berlekuk atau miring. Hal ini akan membantu bayi untuk mengurangi udara yang tertelan sewaktu bayi meminum susu dari botolnya. Selain itu, botol susu yang sedikit miring akan mengurangi risiko bayi sering bersendawa.
Apabila memang bayi sering kentut, tidak ada salanya jika Ibu mengikuti langkah pertolongan di atas. Apabila kondisinya tak kunjung membaik, segeralah hubungi dokter. Terutama apabila Ibu merasa bayi terlalu sering kentut, sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.

Sumber : Prenagen